UJIAN PIPING SIFAT : TERBUKA WAKTU : 75 MENIT 1. SEBUTKAN JENIS JENIS PIPA DAN STANDARD APA YANG DIACU UNTUK PEMAKAIANNYA. 2. SEBUTKAN JENIS JENIS SERANGAN KARAT PADA PERPIPAAN. 3. APA YANG DIMAKSUD DENGAN COLD SPRING , BERI CONTOHNYA DENGAN ILUSTRASI. 4. ADA BERAPA JENIS KODE WARNA PIPA , JELASKAN DENGAN SKETSA. 5. BERI CONTOH SISTIM IDENTIFIKASI PIPA SECARA RINGKAS NAMUN LENGKAP . 6. ADA BEBERAPA JENIS CATHODIC PROTECTION UNTUK PIPA , DAN BERAPA BEDA POTENSIAL ANTARA PIPA DAN TANAH YANG MEMENUHI SYARAT BAHWA SUATU CATHODIC PROTECTUIN TELAH CUKUP MEMADAI . 7. JELASKAN APA ITU KARAT ATMOSFERIS DAN JELASKAN THE RULE OF THUMP TENTANG KETEBALAN KERAK RELATIVE TERHADAP KEDALAMAN SERANGAN KARAT DIBAWAH KERAK TERSEBUT . 8. ADA BERAPA MACAM CACAT PERMUKAAN PIPA YANG ANDA KETAHUI . 9. a) APA YANG TERJADI MANAKALA PENGELASAN ROOT DENGAN T.I.G HARUS DILAPISI LAJUR BERIKUTNYA DENGAN T.I.G. PULA. b) APA YANG ANDA LAKUKAN MANAKALA MENEMUKAN CACAT LAS YANG DISEBUT WIDE BEAD. 10. JIKA DIKETAHUI DIAMETER LUAR PIPA 12 “ , BAHAN PIPA ASTM A 106 Gr. C , SUHU OPERASI 250°F , ALLOWABLE STRESS VALUE 28.000 psi . JOINT EFFICIENCY ( 100% X-RAY ) = 1 , FAKTOR Y = 0.4 . FABRICATION DAN CORROSION ALLOWANCE ( C ) = 0.0625 “ , BERAPA TEBAL MINIMUM PIPA DAN SISA USIA PAKAI MANAKALA TEBAL BARU PIPA = 0.175 , USIA PIPA IO TAHUN , TERAKHIR DIUKUR KETEBALAN = 0. 150 “ . TEKANAN DESAIN = 200 psi . RUMUS t MINIMUM = + C JAWAB ASME , UNTUK BOILER TUNDUK PADA KETEN TUAN ASME I,II,V, VIII,IX ASTM A 192 , API 5L/5LX ANSI , UNTUK PROCESS PIPE , TUNDUK PADA KE TENTUAN ANSI B31.1, B31.3 , B31.4 ,B31.8 ASTM A 53 , A.105 , A 106 API 5L API 5A , 5AX UNTUK TUBING DAN DRILL PIPE 1. TEMA , USS UNTUK TUBE HEAT EXCHANGER DAN INSTRUMENTASI LONGITUDINAL , TUNDUK PADA KE TENTUAN API 5L, 5LX , 1104 SPIRAL , TUNDUK PADA KET. API 5L 5LX. T.I.G UNTUK TITANIUM H.E ERW , TUNDUK PADA KE TENTUAN API 5L , 5LX. - EROSI , ABRASI - PITTING /OXIGEN - GALVANIC CORR. - KARAT BAKTERI - KARAT ATMOSFIR - KARAT AIR ASIN - LIQUID METAL - STRESS CORROSION - BIMETAL ( APABILA BASAH ) - EROSI , ABRASI - PITTING / OXIGEN - GALVANIC CORR. - KARAT BAKTERI 2. - KARAT TANAH - KARAT BAKTERI - KARAT ARUS LIAR - EROSI , ABRASI - PITTING /OXIGEN - GALVANIC CORR. - KARAT BAKTERI - GRAPHITIZATION - LEACHING - KARAT BAKTERI - KARAT AIR ASIN SPLASH ZONE - STRESS CORROSION - ATMOSFERIS / AIR ASIN HIGH TEMPERATURE - FATIGUE - CREEP - OKSIDASI ( BURNT ) - CATASTHROPIC 3. COLD SPRING ADALAH PEMBERIAN DISPLACEMENT AWAL PADA SISTIM PIPA UNTUK MENGANTISIPASI DEFORMASI AKIBAT PENGARUH PROSES DALAM KONDISI EXTRIM. 4 . 5. 6. IMPRESSED CURRENT ( ARUS PAKSA ) SACRIFICIAL ANODE ( ANODA YANG DIKORBANKAN ) BEDA POTENSIAL ANTARA PIPA DAN TANAH DIMANA PIPA TELAH TERLINDUNGI SECARA EFEKTIF OLEH CATHODIC PROTECTION ADALAH – 0.85 Volt. 7. KARAT ATMOSFERIK 8. 9. a ) TERJADI CACAT YANG DISEBUT SUCT UP b ) MENCURIGAI TELAH TERJADI MANIPULASI MUTU SEHUBUNGAN DENGAN ENUTUPI GAP PADA AKAR LAS YANG TERLALU LEBAR , YANG BIASANYA DISI SIPI DENGAN POTONGAN METAL , BAUT ATAU REBAR. KARENANYA PERLU DI X-RAY , JIKA TERNYATA KECU RIGAAN TERBUKTI , MAKA SELURUH MATERIAL TER MASUK BASE METAL DIREJECT DAN HARUS DIGANTI. SELURUH KRU LAS DIREJECT ARENA TELAH MEMA NIPULASI MUTU YANG SANGAT BERBAHAYA . 10. t = + 0.0625 = = 0.1052 LAJU KARAT = = 0.0025 / TAHUN SISA USIA PAKAI = = 17.92 TH = 18 TH. SIFAT : OPEN BOOK WAKTU : 150 MENIT 1) Sebutkan ada berapa jenis cacat pada samabungan las yang buruk dibawah ini secara rinci . 3) Uraikan sebab , akibat dan cara penanggulangan jenis jenis cacat dibawah ini : 4) Hitung berapa persen dilusi sambungan las dibawah ini jika diketahui hal hal sebagai berikut : Penetrasi sekitar 15 % dari isi kampuh + reinforcement. . Berat elektroda yang terkonsumsi 25 kg. Berat jenis baja = 7.85 5) Berhubung kondisi lingkungan sangat kenyang dengan gas yang mudah terbakar , maka on stream ultrasonic thickness measurement pada suatu sistim perpipaan yang sedang beroperasi tidak dapat dilaksanakan karena mengandung percikan busur listrik . Untuk itu digunakan sarana gammagrafi ( isotop ). Pertanyaan berapa mm sisa tebal pipa apabila diketahui : a. digunakan tehnik tangential radiografi b. focal distance 1000 mm c. tebal isolasi 50 mm d. terjadi bimetal corrosion antar SS dan S.C. , dimana image dari bagian yang terserang karat e. Jarak isotop ketitik singgung garis tangensial imaginair dengan permukaan pipa = 600 mm . f. Image sisa tebal pipa dengan tebal isolasi pada film radiografi = 87 mm g. Tebal pipa 10 mm ( 3/8 “ ) . 6) Berapa jam yang diperlukan untuk perlakuan panas pasca las pengelasan baja carbon setebal 125 mm jika diketahui temperature increment 300 º F / jam , decrement juga 300º F / jam , mesin PWHT dilepas pada suhu 500 º F . Suhu pemanasan 1150 º F . Soaking time 1 jam/inci tebal sampai ketebalan 2” dan 15 menit per inci tambahan diatas 2 “ tebal . 7) Buatlah simbul las pada sketsa penampang nozzle dibawah ini apabila pengelasan semuanya dibuat dilapangan dan disamping ujian visual dan NDT juga diikutkan dalam rangkain ujian hydrostatic. 8) Bagaimana caranya mengelas carbon steel dengan tembaga murni , jelaskan dengan sketsa. 9) Prakirakan terjadi tidaknya retak panas jika bahan ferritic X2CrNi 12 ( C 0.030 , Cr 12 , Ni 0.7 ) , dilaskan dengan bahan austenitic X2CrMnNiN 17-7- 5 ( C 0.15 , Cr 18 , Ni 5 Mn 8 ) menggunakan elektroda E 308L-17 ( C 0.030 , Si 0.8 , Mn 0.8 , Cr 19. 5 , Ni 10 ) dengan proses SMAW . Gunakan Scaeffler diagram. 10) Gambarkan secara skematis pada penampang melintang las kampuh single v , jenis jenis retak dibawah ini dan penyebabnya : a. Shrinkage crack , b. Underbead crack. c. Liquation crack d. Notch crack e. Reheat crack f. Stress relief crack SELAMAT BERJUANG ! ( Sri Widharto ) 1) 2) Kelemahan radiografi adalah sebagai erikut : a) Khusus untuk jenis cacat laminar ( bidang ) , maka cacat pada posisi 0 , 180 , dan 360 º , tidak ada image samasekali ; cacat pada posisi 55 , 125 , 235 , dan 305 º , image minimum yang maksudnya adalah kadang tampak kadang tidak , cacat pada posisi 90 , 270 º , image maksimum yang berarti tampak jelas sekali . b) Catat berupa incomplete fusion dan under bead crack terletak pada posisi image minimum , sehingga kadang kadang tampak kadang tidak . Cacat internal cold lap yang terletak pada posisi 0 , 180 dan 360 imagenya tidak tampak samasekali berapapun ukurannya. Ketiga jenis cacat ini lazim disebut cacat siluman karena keberadaannya tidak dapat atau sulit sekali dideteksi menggunakan radiografi . c) Cara mendeteksi keberadaan cacat tersebut digunakan ultrasonic angle probe . 3) a. SURFACE COLD LAP Sebab : suhu metal terlalu rendah , ayunan tidak konsisten , permukaan material kotor , amper capping terlalu rendah , lingkungan pengelasan dingin atau lembab . Akibat : Terdapat dua kemungkinan , yakni 1. kesalahan yang wajar saja , 2 . kesalahan yang mencurigakan ( kemungkinan seluruh lajur las dikerjakan dengan amper rendah ) . Penanggulangan : kesalahan yang wajar saja ( hanya pada sisi capping ) , tonjolan kesamping cukup digerinda hingga samarata dengan sisi jalur las lainnya. Kesalahan yang mencurigakan harus diuji dengan Ultrasonic angle probe , jiks ternyata terdapat incomplete fusion dan atau internal cold lap , maka seluruh jalur las produksi juru las yang bermasalah dibongkar dan dikampuh ulang , selanjutnya dilas kembali oleh juru las yang baik dan berkualifikasi , sesuai WPS . b ) WIDE BEAD YANG BERINDIKASI MANIPULASI MUTU. Sebab : Gap terlalu lebar atau tidak uniform . Juru las diharuskan mengisi gap tersebut dengan segala cara , maka juru las menyisipkan benda benda asing ( about , beton eiser , strip , dll , kemudian diberi las bridging berupa serangkaian las cantum yang beramper rendah; terakahir ditutup dengan capping yang terlalu lebar. Akibat : Sambungan las ini samasekali tidak berkekuatan sehingga amat berbahaya bagi personil , produksi maupun konstruksi . Las ini dainggap hasil manipulasi mutu. Penanggulangan : Seluruh material ( bukan hanya jalur las ) haurs diganti , dikampuh ulang dan dilas sesuai WPS . Seluruh gugus tugas yang terlibat diganti dengan yang lebih bertanggung jawab . 4) Luas lingkaran titil titik = ¼ x 3.14 x { 2 ( 75 + 5 ) } ² = 20096 mm² Luas juring = 70/360 x 20096 = 3907.4 mm² Luas penampang melintang kampuh las + reinforcement = 3907.4 + ½ x 4 x 2 = 3914.4 mm² . Isi jalur las tanpa penetrasi = 3914.4 x 1000 = 3914400 mm³ = 3.914 L . Berat bahan las tanpa penetrasi = 3.914 x 7.85 = 30.72 kg . Penetrasi = 15% , Jadi berat jalur las = 1.15 x 30.72 = 35.32 kg . Berat elektroda yang terkonsumsi = 25 kg , jadi bahan dasar yang terdilusi = 35.32 – 25 x 100% = 29 % . 35.32 5) 1000 = 87 , 600 t 52 mm = tebal sisa pipa + Jadi tebal sisa 6) Jumlah waktu yang diperlukan = 8. 263 jam = 8 jam 15 menit . 7) 8) Terlebih dahulu baja dibutter menggunakan elektroda Al Bronze selapis pada sisi kampuhnya , kemudian baru dilaskan pada tembaga menggunakan elektroda Bronze . 10 ) Notch crack disebabkan oleh tegangan internal dan keberadaan proses karat pada takik dipermukaan . Under bead crack disebabkan oleh pendinginan yang terlalu cepat pada bahan dengan C eq. > 0.41 % . Juga dapat disebabkan oleh merasuknya H nascent sewaktu bahan panas , kemudian sewaktu mendingin menyebabkan pengetasan. Shrinkage crack disebabkan oleh tinginya kandungan S didalam baja sehingga bereaksi membentuk FeS yang terlambat beku saat pembekuan disbanding bahan baja , akibatnya menghasilkan shrinkage crack. Reheat crack disebabkan oleh mengendapnya Cr. carbide dibatas butir terutaama disona fusi pada bahan austenitic , atau ferritic creep resistance steel. Dapat pula terjadi saat stress reliefin. Liquation crack hingga kini belum diketahui mekanismenya. Stress relief crack disebabkan oleh proses pemanasan ulang untuk pembebasan tegangan didaerah pertumbuhan kristal sehingga menyebabkan pecahnya batas butir ( rupture ) . Bahan yang sering menderita adalah austenitic ss , dan creep resistant steel . LEMBAR SOAL UJIAN N. D. T NON RADIASI Kursus Welding Inspector Angkatan ke 44 Nomor Absensi : Tanggal : Waktu : 120 menit I ULTRASONIC TEST ( UT ) Jawaban dinyatakan benar apabila disertai dengan pembuktian 1 VERTICAL LINIERITY Diketahui 6 db drop = 50 % FSH 20 db drop = 10 % FSH Ditanyakan 8 db drop = …………% FSH 2 SNELL LAW Sin lucite = V1 Sin β steel = V2 Diketahui V1 Lucite = 2.730 m/s V2 Steel Longitudinal = 5.940 m/s V2 Steel transversal = 3.250 m/s Ditanyakan Sudut datang (Sin lucite ) untuk Probe sudut 33o20' 3 KALIBRASI Diketahui Probe sudut = 45o Range = 250 mm Test Block 40 mm 35 mm 35 mm 35 mm 75 mm Pertanyaan Buatkan langkah-langkah kerja kalibrasi. ( gambarkan letak pulsa pada screen ) 4 VELOCIITY ( V ) Diketahui Kalibrasi Probe Normal Menggunakan block V1 ( steel ) pada ketebalan 25 mm dan Range 100 mm menghasilkan pulsa pada skala : P1= 2,5 P2= 5,0 P3 = 7,5 dan P4 = 10 Velocity yang akan dicari adalah lucite dengan ketebalan 22,98 mm menghasilkan pulsa pada skala : P1= 5,0 dan P2 = 10 Pertanyaan Berapa Velocity Lucite 5 MENENTUKAN KEDALAMAN CACAT Diketahui Sambungan las pipa 8" SCH 80 Probe sudut = 60o Range = 100 mm Dilayar CRT terdapat pulsa cacat pada skala 3 0 2 4 6 8 10 Pertanyaan Berapa kedalaman cacat dari permukaan pipa. 6 FUNGSI TOMBOL Pertanyaan Terangkan fungsi dari masing - masing tombol 7 IMMERSION Diketahui Probe V water = 1/ 4 V steel longitudinal Range : 10" Probe =Normal Pertanyaan Tentukan lokasi pulsa 1. Pulsa permukaan benda uji 2. Pulsa cacat 3. Pulsa backwall 0 2" 3" 4" 5" 6" 8" 9" 10" II MAGNETIC TEST ( MT ) 8 Buatkan langkah kerja MT secara berurutan 9 LONGITUDINAL MAGNETIZATION Diketahui Pipa diameter 6" dengan panjang 16" Diperiksa menggunakan Coil dengan 5 lilitan Pertanyaan Arus ( amper ) yang dibutuhkan utk per coil III PENETRANT TEST ( PT ) 10 Buatkan langkah kerja PT secara berurutan " SELAMAT BEKERJA " JAWABAN : 1 Tinggi Pulsa 6 db = 50% (100%FSH/50% FSH) = 2 20 db = 10% (100%FSH/10% FSH) = 10 8 db = 20 db - (6db+6db) = 10/(2+2) = 2.5 100 / 2.5 8 db = 40% FSH 2 SUDUT DATANG 2730 0.54 = 0.4536 3250 27O40' 35 3 Sound path 50 mm 0.707 KALIBRASI Pulsa 1 50 / 250 * 10 = 2 Pulsa 2 100 / 250 * 10 = 4 Pulsa 3 150 / 250 * 10 = 6 Pulsa 4 200 / 250 * 10 = 8 Pulsa 5 250 / 250 * 10 = 10 4 Kedalaman cacat Pipa 8" SCH 80 = 12.5 mm t = 2t - Sc Cos 60o 5 = (2 * 12.5) - (30 * 0,5) = 25 - 15 = 10 mm 6 FUNGSI TOMBOL Tombol 1 ON / OFF, Probe N/Sudut & TR Tombol 2 Socket kabel probe Tombol 3 Focus kontrol Tombol 4 Charger Tombol 5 Gain kenaikan 20 dB Tombol 6 Gain kenaikan 2 dB Tombol 7 Menghilangkan grace/rumput Tombol 8 Gain kenaikan 0,5 dB Tombol 9 Gate kanan ( las muka ) Tombol 10 Penggeseran kiri/kanan pulsa Tombol 11 Indikator baterai Tombol 12 Melebarkan/mengecilkan jarak pulsa Tombol 13 Gate kiri (las akar ) Tombol 14 Range dengan kelipatan 5 15 Screen 7 IMMERSION V water = 1/4 V steel long 1. Pulsa permukaan benda uji = Skala 8" ( 2 x 4 ) 2. Pulsa cacat = Skala 9" ( 8 + 1 ) 3. Pulsa backwall = Skala10" ( 9 + 1 ) 8 MAGNETIC TEST CLEANER Bersihkan permukaan dari kotoran, spatter dll dengan Cleaner. WCP Semprotkan WCP secara merata 7 HF INK Setelah benda uji dimagnetkan Semprotkan 7 HF ink secara merata EVALUASI Periksa permukaan benda uji secara visual 9 45000 IN ------- 199 16/6 I = 40 Amp 10 PENETRAN TEST CLEANER Permukaan benda uji bersihkan dengan Cleaner PENETRAN Semprotkan penetran secara merata waktu 5 - 10 menit CLEANER Bersihkan penetran dengan kain lap / majun DEVELOPER Semprotkan developer secara merata EVALUASI Periksa permukaan benda uji secara visual setelah 10 menit
Tidak ada komentar:
Write komentar