
INPECTION
INSPECTION
Professional adalah keterampilan
yang didukung oleh referensi yang baku
dan tertulis
Contoh : welding : WPS
Sifat utama untuk professional
inspector :
- Kejujuran dibidang profesinya
- Mandiri
- Bertanggung jawab
- Teliti dan hati2
- Selalu mendokumentasi hasil kerjanya
Review document à
untuk mengetahui masalah dan lingkup kerja serta referensi yang diacu
Survey à
meninjau : lokasi, situasi, objek inspeksi, kondisi atau suasana dan temuan
yang bersifat qualitative (outline atau garis besar)
Measurung / pengukuran
à
untuk mendapatkan temuan yang quantitative (aspek besaran / dimensi, jenis
orientasi)
Detection à
untuk mengungkap hal2 yang tersamar
Investigasi à
penyelidikan tentang masalah (jenis, sebab, akibat)
Examination à
menguji temuan untuk meyakinkan apakah temuan tersebut genuine atau false
Analyze
(menganalisa) à -
Root cause (akar masalah)
-
Chemical composition dari temuan
Disscussion
Insp
-
Process / production
Shut down /
repair à
seberapa jauh mempempengaruhi produktivitas dan system proses
-
Engineering / desaign
Apakah repair
/ penanggulangan menyebabkan turn
arround, debottle necking, renovation, refurbish (revitalizion)
Turn arround :
penghentian total unit operasi
Debottle
necking : penghilangan masalah yang timbul
Renovation :
perbaikan menuju peningkatan
Refurbish :
unit yang tidak beroperasi diperbaiki untuk dapat beroperasi
-
Mechanical / maintenance
Retification /
penanggulangan à
menyangkut man, manajer, equipment, material
-
Logistic / procurement
Sehubungan
denga spare part, stock, pengadaan baru
-
Safety / environment / loss prevention
Sehubungan
dengan aspek : safety, accidence, pollution
-
Finance
Sehubungan
dengan budget / anggaran
-
Reporting
![]() |
![]() |
|||
RE : REFFERENCE
TO
-
Sebaiknya semua tercakup di halaman pertama
-
Detail merupakan lampiran
Inspeksi, sketch untuk welding inspector
Gambar
Conclusion /
kesimpulan :
-
Merupakan butir2 (Itemized)
-
Masing2 item mandiri (Self Expiantory)
-
Apa adanya (As It Is), Bukan Hearsay (Kata Orang)
-
Menjawab Judul (Tidak Menyimpang / Fokus)
-
Tidak Merekayasa, Inciminating / menyalah2kan, Framing
/ Memfitnah
Contoh :
a.
Kondisi kerja tidak aman
b.
Pekerja tidak menggunakan alat keselamatan personil
yang memadai
c.
Tidak ada prosedur kerja yang jelas / baku
d.
Perbaikkan
dilaksanakan secara Sub – Standart
RECOMMENDATION
(Saran)
-
Harus itemized
-
Harus workable / dapat dilaksanakan
-
Harus efficient (tepat guna)
-
Harus effektif (berhasil guna)
-
Harus flexible (selalu dengan alternative)
-
Tidak melupakan aspek 5 (LIMA) Pisau Analisa :
·
Personal and community safety
·
Production safety
·
Structural safety
·
Financial safety
·
Environmental safety
INSPECTION
Q.C (Quality
Control)
Mengendalikan
mutu dengan workman ship secara operasional (menggunakan alat bantu /
equipment) sesuai dengan persyaratan spesifikasi / standart yang diacu
Q.A (Quality
Assurance)
Meyakinkan
kembali secara managerial bahwa semua langkah Q.C telah dilaksanakan sesuai
dengan persyaratan spesifikasi / standart yang diacu
Pendekatan
Inspection
- Kondisi Objek Inspeksi
-
New And Cold
Equipment
telah siap di fabrikasi tetapi belum
pernah dioperasikan
-
Corroded
Equipment
telah pernah dioperasikan / sedang di operasikan
- Jenis Dan Tahap Pekerjaan
-
Pra Project *
-
Basic Design / Engineering *
-
Procurement à untuk main contractor *
-
Contract Award à Main Contractor telah
ditunjuk
-
Detail Engineering *
·
Contractor
·
Purchase Order
·
Requisition Sheet
·
Data Sheet
·
WPS / PQR
·
Inspection Plan
·
Schedule
·
Drawings
-
Procurement
·
Vendor Visit à Vendor List * Menghasilkan
·
Bid Package -
Fabricator
·
Invitation To Bid - Manufacture
·
Aan Wijzing (Pre Bid Meeting) - Supplier
·
Site Visit -
Sub Contractor
·
Bid Document & Bond - Consultant
·
Bid Review *
·
Award
-
Vendor Visit
·
Pre Inspection Meeting / Pre Fabrication Meeting
·
Inspection Plan
·
Hold Point
·
Final Test
·
Preshipment Inspection / Test
-
Commissioning & Start Up *
-
Performance Test *
-
Acceptance Test
-
Construction *
-
Mechanical Completion *
-
Care an Custady Transfer (serah terima equipment) *
-
Pre Commingssioning
NB : * Keterlibatan Welding
Inspector
c. Diciplint yang dominant
- Welding Inspector
- Boiler Inspector
- Plant Inspector
- Statutory Inspector
- Piping Inspector
- Tank Inspector
- NDT Inspector
Government / Policy / U.U
![]() |
|||||||
![]() |
|||
![]() |
|||
Musuh2 Las
I.
Oksidasi
Oksidasi
|
|
II. Metal Up Set
Penggeliatan (Deformasi) metal
akibat panas las
III. Cacat las
Visual / Surface :
Sppaters, Porosity, Concavity, Pin Hole, Cold Lap, Crack, Undercut, Underfill,
Excessive Reinforcement, Widebead, High
Low, Stop Start
Non Visual / Akar / Root
: Porosity, Concavity, Excessive Penetration, Blow Hole, Excesswire, Incomplate
Penetration, Undercut, Underfill, Crack
Internal : Keluarga
Besar Slag Inclusion, Keluarga besar Porosity, Heavy Metal Inclusion, Crack
IV. Faktor Lain
-
Mekanis : Erossion / Abrasion
-
Fisik : Creep, Fatigue, Metal Dusting, Catastrophic
-
Structural : Carbide Formation, Ferrit < 5% > 12%, Martensite Embrittlement, Cristal
Growth
-
Corrosion : Bimetal, Stress Cracking, Liquid Metal
OXIDATION
Contoh
: 1. OAW (Oxy Acetylene Weld)
Calcium Carbide (karbid)
CaC2 + H2O à
C2H2 (Acetylene) + Ca (OH)2
C2H2 + O2 à
CO2 + H2O + Flame
Gambar
2.
SMAW (Shielded Metal Arc Welding)
Coating :
-
Menghasilkan asap
-
Menghasilkan uap metal
-
Menghasilkan gas
-
Menghasilkan slag
-
Menstabilkan busur
-
Menambah unsur Additive untuk meningkatkan kekuatan las
3. GTAW (Gas Tungsten Arc
Welding)
TIG (Tungsten Inert Gas Welding)
Gambar
4. GMAW (Gas Metal Arc Welding)
MIG (Metal Inert Gas Weld)
MAG (Metal Active Gas Weld)
Gambar
5. FCAW (Flux
Care Arc Welding)
Sama seperti GMAW hanya bedanya
adalah pada electrode wirenya yang berongga & terisi flux
6. SAW (Submerged Arc Welding)
Gambar
Metal Up Set
Gambar
Deformasi :
-
Berubahnya bentuk & ukuran Assembly (pasangan)
design las
-
Pengikatan untuk mencegah deformasi menghasilkan
masalah baru (internal stress)
·
Thermal
·
Residu
·
Tegangan thermal
·
Tegangan sisa
·
Displacement
·
Tegangan geser
Cara pencegahan deformasi :
-
Penyetelan yang sempurna dalam batas
Toleransi yang
diizinkan
-
Design yang baik (memungkinkan memasukan panas yang
uniform / seimbang)
-
Pengikatan / clamping
-
Pengelasan sesuai dengan WPS
-
Pengelasan sesuai sequence
-
Gunakan material dengan coefficient elongation yang
relative rendah
CACAT LAS / WELD DEFECTS
Gambar
SPPATTER
- Kondisi cuaca lembab / lingkungan
- Elektroda lembab
- Angin masuk / udara ke kolam las (angin kencang)
- Busur terlalu panjang
- Salah polaritas
- Salah jenis arus
- Ampere kapping terlalu tinggi
- lapisan galvanis tidak digerinda
- kampuh kotor
Akibat :
-
Tampak kotor / jelek / buruk
-
Mengawali karat permukaan
Penanggulangan :
Cukup di chipping / di pahat /
dikikir kasar & tidak boleh digerinda
POROSITY
Sebab :
Sama dengan Sppatter terbentuk
gas sewaktu pengelasan (H2, CO, CO2, NO2, SO2)
Akibat :
-
Tampak buruk
-
Mengawali karat permukaan
-
Melemahkan
sambungan
Penanggulangan :
-
Digerinda / gouging sampai cacat hilang
-
Isi ulang sesuai dengan WPS
PIN HOLE
Sebab :
-
Terjadi gas sewaktu pengelasan (H2, CO, CO2)
-
Udara masuk kedalam kolam las
-
Khusus dalam pengelasan SS dilaksanakan di udara
terbukantanpa pelindung
Akibat :
Sambungan melemah dilokasi cacat
(kemungkinan bocor tinggi)
Penanggulangan :
-
Gouging sampai cacat hilang dilokasi cacat
-
Isi ulang sesuai WPS
-
Diupayakan jangan sampai jenis cacat terulang
CONCAVITY
Sebab :
-
Bukaan kampuh terlalu lebar
-
Elektroda terlalu kecil
-
Ampere chapping terlalu tinggi
-
Speed chipping terlalu tinggi
-
Chipping belum selesai
Akibat :
-
Tampak jelek
-
Terjadi Displesment Stress (Tegangan Geser) yang
berpotensi retak
-
Melemahkan sambungan,
- Mengawali karat permukaan
Penanggulangan :
Isi hingga chipping penuh sesuai
WPS
COLD LAP
Sebab :
-
Suhu metal terlalu rendah
-
Ayunan tidak beraturan
-
Permukaan material kotor
-
Suhu ampere chipping terlalu rendah
Akibat :
Timbul kecurigaan bahwa juru las
gemar menggunakan ampere rendah sehingga mungkin akan terjadi Incomplete Fusion
& Internal Cold Lap (cacat siluman)
Penanggulangan :
-
Akibat kecurigaan tidak terbukti maka cold lap cukup digerinda saja uniform dengan
bagian lain
-
Apabila kecurigaan terbukti maka sambungan las yang
bermasalah harus dibongkar ulang, dikampuh & dilas kembali sesuai WPS
-
Juru las yang bermasalah harus diperingatkan agar tidak
melakukan kesalahan yang sama
CRACK
Sebab :
- Hardening / embrittlement yang menghasilkan martensit / bainit
- Crystal growth pada fusion zone
- Reheat crack (incompability crack) / ketidakcocokan material
- Solidification / surinkage (pembekuan / pengerutan)
- Kandungan ferrite <5%, >12% pada Stainless Steel
- Notch (takikan)
- Embrittlement oleh caustic (NaOH) CL2 (chloride), S (sulphur), H2 (hydrogen)
- Carbon equivalent >0,41%
- Pembuangan tegangan (stress relief)
- Liquetion (belum diketemukan penyebabnya)
- Hydrogen attck (gas methane)
- Hydrogen blister (intrusi H Nascent)
Gambar
BLISTER
Gambar
HYDROGEN ATTCK
Gambar
Akibat :
Fatal
Penanggulangan :
-
Buat F.A / analisa kegagalan untuk mengetahui secara
tepat akar permasalahannya
-
Bor ujung2 retak agar tidak menjalar
-
Gerinda / Gouging sehingga retak hilang
-
Las sesuai dengan WPS
Catatan :
-
Retak didalam kampuh, cukup membongkar kampuh &
dilas ulang
-
Retak diluar kampuh harus mengganti seluruh material
dengan yang baru
-
Pergantian dapat sebagian / menyeluruh tergantung
persetujuan Owner
- Insert Plat (penggantian salah satu bagian)
- Jika owner tidak mengijinkan ganti seluruhnya
KELEMAHAN RADIOGRAPHY
Gambar
TRICK
Untuk memperkirakan terjadinya
Incomplete Fusion (I.F), Internal Cold Lap (I.C.L), Under Bead Crack ( U.B.C)
- Lingkungan pengelasan lembab / basah
- Mesin las otomatis
- Welder tidak qualified
- Pengelasan tidak menggunakkan WPS
Gambar
KLASIFIKASI
CACAT
1.
Yaitu semua jenis cacat yang berada dalam batas
toleransi yang diijinkan kecuali retak
2.
Berbahaya terdiri
dari semua jenis Crack, IP, Incomplete Fille, Execive Reinfocement, Wide Bead,
disebut berbahaya karena cacat, dapat berkembang menjadi kegagalan total /
fatal
3.
Amat berbahaya yaitu IF, ICL, & UBC disebut sangat
berbahaya karena sulit / tidak dapat di X –Ray
EXCESIVE REINFORCEMENT
Sebab :
-
Suhu metal terlalu rendah
-
Ampere chapping terlalu rendah
-
Speed chapping terlalu rendah
-
Busur terlalu pendek
Akibat :
-
Tampak buruk karena terlalu menonjol
-
Tidak efisien
-
Timbul kecurigaan juru las gemar menggunakan ampere
rendah sehingga terjadinya kemungkinan IF, IL, & UBC terlalu besar
Penanggulangan :
-
Jika kecurigaan tidak terbukti jalur las cukup
digerinda sehingga reinforcement berbentuk wajar
-
Jika kecurigaan terbukti seluruh sambungan las yang
bermasalah dibongkar, dikampuh ulang & dilas sesuai dengan WPS
-
Juru las yang bermasalah diperingatkan
UNDERCUT
Sebab :
-
Suhu metal terlalu tinggi
-
Ampere chapping terlalu tinggi
Akibat :
-
Timbul displacement stress / tegangan geser yang
berpotensi retak
-
Mengawali karat permukaan
-
Jika berlebihan melemahkan sambungan
Penanggulangan :
Cukup di brush dan diisi dengan
Stringer (String)
HIGH LOW
Gambar
A = Misaligment (salah stel)
C Unaviodable (tak terelakkan)
D
High low max
t ≤ ¼ “ à
1/16 “
t ¼ ” < t ≤
1/8 “
t 1/8 “ < t ≤
2” à
3/16”
t 5/8 “ < t ≥
2 “ à
¼ “
Sebab :
-
Misaligment
-
Perbedaan tebal atau diameter
Akibat :
-
Timbul displacement stress / tegangan geser yang
berpotensi retak
-
Mengawali erosi abrasi
-
Menyebabkan Incomplete Fill yang berpotensi retak
Penanggulangan :
Lihat gambar
Gambar
EXECSIVE PENETRATION
Sebab :
- Gap terlalu besar
- Gap tidak uniform
- Elektroda terlalu kecil
- Ampere root terlalu kecil
- Speed root terlalu rendah
- Elektroda terlalu dalam
- Reading hasil las tidak benar (mesin las tidak di kalibrasi)
Akibat :
-
Menghancurkan PIG (sarana pembersih pipa)
-
Mengawali erosi abrasi
-
Menghasilkan Notch yang berpotensi retak
Penanggulangan :
-
Gouging sampai tembus
-
Kampuh ulang, stel ulang, dan dilas sesuai WPS
INCOMPLETE PENETRATION
Sebab :
-
Gap terlalu rapat
-
Gap tidak uniform
-
Deformasi waktu penyetelan
-
Ampere naik turun
-
Posisi elektroda naik turun
Akibat :
-
Timbul 2 buah Notch yang berpotensi retak
-
Stress corrosion cracking disebabkan oleh CL2 &NaOH
-
Mengawali erosi abrasi
Penanggulangan :
Gouging sampai ke akar pada
lokasi cacat, las ulang sesuai WPS
Catatan :
Gouging harus memperhatikan gap
jangan terlalu lebar
ROOT CONCAVITY
Sebab :
-
Gap terlalu lebar
-
Ampere root terlalu tinggi
-
Speed root terlalu tinggi
-
Khusus untuk GTAW pengelasan root dilaksanakan 2 kali
Khusus untuk pengelasan GTAW welder ragu2 apakah root telah
penuh atau belum, kemudian welder mengelas ulang diatas root yang telah ada,
akibat ampere yang tinggi (400A) mebyebabkan root yang lama mencair kembali
& tertarik gaya kapiler keatas (suct up) akibatnya root menjadi cekung
Akibat:
-
Melemahkan sambungan
-
Mengawali erosi abrasi
-
Terjadi displacement stress / tegangan geser yang
berpotensi retak
-
Timbul SCC akibat NaOH pada saluran air ketel (caustic
embrittlement)
Penanggulangan :
Gouging sampai akar, dikampuh & di stel ulang &
dilas sesuai dengan WPS
Catatan :
Untuk cacat yang pendek gouging harus mengupayakan agar gap
tidak terlalu besar
ROOT UNDERCUT
Sebab :
-
Suhu metal terlalu tinggi
-
Ampere root terlalu tinggi
-
Root face terlalu sempit / kecil
Akibat :
Liat Root Concavity
Penanggulangan :
Gouging sampai akar, kampuh ulang & stel ulang, las
kembali sesuai WPS
Catatan :
Untuk cacat ukuran yang pendek gouging diupayakan gap tidak
terlalu besar
ROOT UNDERFILL
Sebab :
-
Suhu metal terlalu rendah
-
Ampere naik turun
-
Root face kotor
-
High Low
Akibat :
-
Timbul notch yang berpotensi retak
-
Mengawali erosi abrasi
-
SCC (CL2, NaOH)
Penanggulangan :
Gouging sampai ke akar, kampuh ulang & stel ulang, las
kembali sesuai WPS
BLOW HOLE (BURNT THROUGH) (TERBAKAR TEMBUS)
Sebab :
-
Gap tidak uniform
-
Ampere naik turun
-
Elektroda naik turun
Akibat :
-
Pada lokasi cacat terbentuk displacement stress yang
berpotensi retak
-
Mengawali erosi abrasi
Penanggulangan :
Gouging dilokasi cacat sampai akar (diupayakan gap tidak
terlalu besar) & di las ulang sesuai WPS
EXCESS WIRE
Khusus GMAW & FCAW
Sebab :
-
Elektroda wire berkarat
-
Wire guide tersendat2
Akibat :
-
Terjadi tonjolan2 wire yang tidak sempat mencair pada
akar, tonjolan tersebut terjadi di notch yang berpotensi retak
-
Mengawali erosi abrasi
-
Menghancurkan PIG
Penanggulangan :
Gouging sampai akar dilokasi cacat diupayakan agar gap tidak
terlalu lebar, las ulang sesuai WPS
Gambar
SLAG INCLUSION
Sebab :
-
Juru las mengelas cenderung dengan ampere rendah
-
Sarana pembersih tidak lengkap / tidak ada
-
Juru las malas membersihkan
Akibat :
Hingga tingkat tertentu slag inclusion di reject
Penanggulangan :
Di gerinda / di gouging hingga cacat hilang & las ulang
sesuai WPS
INTERNAL POROSITY
Gambar
Sebab :
Lihat surface porosity
Akibat :
Lihat surface porosity
Penanggulangan :
Gerinda / gouging sampai cacat hilang di las sesuai dengan
WPS (repair)
HEAVY METAL INCLUSION
Hanya terjadi pada GTAW
Sebab :
Polaritas terbalik (polaritas lurus)
Akibat :
Terjadi overheating diujung elektroda yang menyebabkan
elektroda berkeping2
Catatan :
-
Polaritas lurus menyebabkan pendinginan electron
diujung elektroda sehingga elektroda selalu dalam kondisi dingin !
-
Secara tidak sengaja elektroda tercelup kedalam kolam
las mengakibatkan patah2 & masuk kedalam kolam
-
Warnanya putih tajam
-
Tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan las
Tidak perlu ditanggulangi kecuali pada pengelasan Boiler
PENGELASAN CAST IRON
CAST IRON
-
Gram
-
Malleable Dapat di las
-
Nodular
-
|
-
Ni Riresist
Tahap Repair
Crack
1.
FA (failure analisis) untuk menentukan root cause
secara akurat
2.
Bor kedua ujung crack untuk mencegah propagazi
3.
Gauge crack hingga akar las(dilarang digerinda, karena
gerinda justru menyebar luaskan serapan minyak di dalam crack) cast iron
bersifat absorban terhadap minyak hingga sedalam kurang lebih 3mm kedalam
material
Gambar
- Persiapkan kampuh dengan gerinda dengan detail sebagai berikut:
Gambar
- Pengelasan dingin
- Gunakan elektroda kecil, diameter 1/16 inch, ampere rendah(maksimal 90 ampere)
- Pengelelasan sebagai berikut:
Gambar
Elektroda =
High Nikel
E – Ni Fe CL
E – Ni CL
- Segera setelah pengelasan selesai di peening(Posisi hammer miring), langsung diselimuti dengan silicon fibre untuk slow cooling
Gambar
Musuh las Cast
Iron adalah : Ferro carbide yang getas(Fe23C6)
Repair Cr Mo Steel
Shaft (Poros)
Gambar
Cara Repair :
- Bersihkan bagian yang aus dengan wire brush (motor driven)
- Panaskan seluruh shaft sehingga kurang lebih 100 derajat C
- Pengelasan dingin teknik stringer longitudinal shaft menggunakan electrode E–308L–18 (Austenitic – SS) dengan ampere 70 – 80 A. diameter 1/16”
- Suhu interpass max 100 derajat C
- Sebagaimana halnya cast iron pengelasan juga menggunakan teknik mundur sepanjang 3 cm setiap pengelasan
- Pengelasan dengan sequence A-B, C-D, E-F secara bersebrangan
- Setelah pengelasan dilaksanakan slow cooling
TRICK JURU LAS
Gambar
Cepat
didinginkan oleh suatu metal sekelilingnya (quenching) à martensit lokal (keras/getas) à retak kecil
Arc Strike adalah cara
pengambilan api yang salah dengan menorehkan elektroda pada kampuh dan dalam
kampuh mengakibatkan luka dengan heat input kecil dan sekejap yang kemudian terdinginkan
mendadak oleh suhu metal sekeliling (quenching) sehingga terbentuk martensit
local martensit ini akan mengawali retak yang kecil menjadi retak besar. Hal
ini berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan. Pengambilan api boleh
dilaksanakan didalam kampuh keseluruhannya karena kemudian akan tertutup las.
Gambar
Cu selalu incomplatable terhadap
baja (instrusi berlaku sebagai retak)
Gambar
Prakiraan apakah pengelasan dua
jenis stainless steel yang berbeda ini menghasilkan retak panas atau tidak
X2 Cr Ni
12 (C = 0,030, Cr 12, Ni 07) dengan X2 Cr
Mn Ni N 17 – 7 -5 (C
0,15, Cr 18, Ni 07,
Mn 8, Cr 19,5, Ni 10) dengan las SMAW
Contoh gambar ada digrafik
R = 25 + 3 = 28
D = 56
Luas lingkaran
= ¼ . 3,14 . (56)²
= ¼ . 3,14 . 3136
= 9847, 04 / 4
= 2461,76 mm²
Luas lingkaran = 2461,76 mm²
Jadi luas juring
70 / 360 x 2461,76 = 478,67mm²
Luas penampang melintang las
= 478,67 + 2,5 = 481,17 mm²
Isi kampuh
= 481,17 x 1000 = 481170 mm² =
0,481 L
Jika berat jenis = 7,85 à
berat bahan las dalam kampuh = 0,481 x 7,85 = 3,77 Kg
Jika penetrasi ± 10% dari isi
kampuh maka berat jalur las 1,1 x 3,77 Kg = 4,14 Kg
4,14
Misalkan elektroda yang
terkonsumsi = 20 batang, kita ambil 20 batang elektroda baru dikupas dan
ditimbang
= ……. xKg puntung
elektroda yang tersisa
Gambar
20 batang dikupas dan
ditimbang = …….yKg
Jadi berat
elektroda yang terkonsumsi = (x – y)…………..Kg
TACK WELD & FILLET WELD
Ampere rendah à Countour Convex (cembung)
Ampere sedang à Countour flat / datar
Ampere tinggi à
Countour Concave (cekung)
Tack Weld (las kunci)
-
Harus dilaksanakan oleh welder yang bersertifikat dan
sesuai dengan WPS
-
Tack weld yang dilas oleh welder yang bersertifikat
dapat dilebur dengan akar las apabila tack weld didalam kampuh
-
Tack weld yang dibuat bukan oleh welder yang
bersertifikat dan tidak sesuai dengan WPS harus dibuang sebelum dilewati akar
las
Toe Crack
Toe crack terjadi dalam beberapa detik saja dan selalu
tembus
Toe crack termasuk retak dingin yang terjadi pada suhu kamar
hingga 300 derajat C pada 0 – 48 jam setelah pengelasan (retak lambat)
POSISI PENGELASAN
Untuk Kualifikasi
I.
Butt Weld Pelat
1G Flat (datar)
Gambar
2G Horizontal
3G Vertical
4G Overhead
II. Butt Weld Pipa
1G Pipa berputar
2G Horizontal (Pipa
fix)
5G Pipa fix
6G Pipa fix
6GR (Restriction plate)
III. Filler Weld Pelat
1F (Flat)
2F (Horizontal)
3F (Vertical)
4F (Overhead)
IV. Fillet Weld Pipa
1F
2FR (Rotated)
2F (Horizontal)
2F (Fix)
4F (Overhead)
SIMBUL LAS
Butt Joint
Single Bevel Groove
Double Bevel Groove
Single – J Groove
Double – J Groove
Single – U Groove
Single – U Groove




