Jumat, 12 Juli 2013

INPECTION



INSPECTION

Professional adalah keterampilan yang didukung oleh referensi yang baku dan tertulis
Contoh : welding : WPS
Sifat utama untuk professional inspector :
  1. Kejujuran dibidang profesinya
  2. Mandiri
  3. Bertanggung jawab
  4. Teliti dan hati2
  5. Selalu mendokumentasi hasil kerjanya

Review document à untuk mengetahui masalah dan lingkup kerja serta referensi yang diacu
Survey à meninjau : lokasi, situasi, objek inspeksi, kondisi atau suasana dan temuan yang bersifat qualitative (outline atau garis besar)
Measurung / pengukuran à untuk mendapatkan temuan yang quantitative (aspek besaran / dimensi, jenis orientasi)
Detection à untuk mengungkap hal2 yang tersamar
Investigasi à penyelidikan tentang masalah (jenis, sebab, akibat)
Examination à menguji temuan untuk meyakinkan apakah temuan tersebut genuine atau false
Analyze (menganalisa) à          - Root cause (akar masalah)
                                                - Chemical composition dari temuan           
Disscussion

Insp

-         Process / production
Shut down / repair à seberapa jauh mempempengaruhi produktivitas dan system proses
-         Engineering / desaign
Apakah repair / penanggulangan  menyebabkan turn arround, debottle necking, renovation, refurbish (revitalizion)
Turn arround : penghentian total unit operasi
Debottle necking : penghilangan masalah yang timbul
Renovation : perbaikan menuju peningkatan
Refurbish : unit yang tidak beroperasi diperbaiki untuk dapat beroperasi
-         Mechanical / maintenance
Retification / penanggulangan à menyangkut man, manajer, equipment, material
-         Logistic / procurement
Sehubungan denga spare part, stock, pengadaan baru
-         Safety / environment / loss prevention
Sehubungan dengan aspek : safety, accidence, pollution
-         Finance
Sehubungan dengan budget / anggaran
-         Reporting









 



 

























 












RE : REFFERENCE TO
-         Sebaiknya semua tercakup di halaman pertama
-         Detail merupakan lampiran








Inspeksi, sketch untuk welding inspector

Gambar








Conclusion / kesimpulan :
-         Merupakan butir2 (Itemized)
-         Masing2 item mandiri (Self Expiantory)
-         Apa adanya (As It Is), Bukan Hearsay (Kata Orang)
-         Menjawab Judul (Tidak Menyimpang / Fokus)
-         Tidak Merekayasa, Inciminating / menyalah2kan, Framing / Memfitnah

Contoh :
a.       Kondisi kerja tidak aman
b.      Pekerja tidak menggunakan alat keselamatan personil yang memadai
c.       Tidak ada prosedur kerja yang jelas / baku
d.       Perbaikkan dilaksanakan secara Sub – Standart

RECOMMENDATION (Saran)
-         Harus itemized
-         Harus workable / dapat dilaksanakan
-         Harus efficient (tepat guna)
-         Harus effektif (berhasil guna)
-         Harus flexible (selalu dengan alternative)
-         Tidak melupakan aspek 5 (LIMA) Pisau Analisa :
·        Personal and community safety
·        Production safety
·        Structural safety
·        Financial safety
·        Environmental safety

INSPECTION

Q.C (Quality Control)
Mengendalikan mutu dengan workman ship secara operasional (menggunakan alat bantu / equipment) sesuai dengan persyaratan spesifikasi / standart yang diacu


Q.A (Quality Assurance)
Meyakinkan kembali secara managerial bahwa semua langkah Q.C telah dilaksanakan sesuai dengan persyaratan spesifikasi / standart yang diacu

Pendekatan Inspection
  1. Kondisi Objek Inspeksi
-         New And Cold
Equipment telah siap di fabrikasi  tetapi belum pernah dioperasikan
-         Corroded
Equipment telah pernah dioperasikan / sedang di operasikan


  1. Jenis Dan Tahap Pekerjaan
-         Pra Project *
-         Basic Design / Engineering *
-         Procurement à  untuk main contractor *
-         Contract Award à Main Contractor telah ditunjuk
-         Detail Engineering *
·        Contractor
·        Purchase Order
·        Requisition Sheet
·        Data Sheet
·        WPS / PQR
·        Inspection Plan
·        Schedule
·        Drawings

-         Procurement
·        Vendor Visit à Vendor List *              Menghasilkan
·        Bid Package                                                     - Fabricator
·        Invitation To Bid                                               - Manufacture
·        Aan Wijzing (Pre Bid Meeting)                         - Supplier
·        Site Visit                                                           - Sub Contractor
·        Bid Document & Bond                         - Consultant
·        Bid Review *
·        Award

-         Vendor Visit
·        Pre Inspection Meeting / Pre Fabrication Meeting
·        Inspection Plan
·        Hold Point
·        Final Test
·        Preshipment Inspection / Test



-         Commissioning & Start Up *
-         Performance Test *
-         Acceptance Test
-         Construction *
-         Mechanical Completion *
-         Care an Custady Transfer (serah terima equipment) *
-         Pre Commingssioning

NB : * Keterlibatan Welding Inspector

c. Diciplint yang dominant
    • Welding Inspector
    • Boiler Inspector
    • Plant Inspector
    • Statutory Inspector
    • Piping Inspector
    • Tank Inspector
    • NDT Inspector


Government / Policy / U.U                        











Oval: Consultant


Oval: OWNER






 


Dinas à mengawal U.U








 










Musuh2 Las

I.        Oksidasi
Oksida
 
Fe + O2 à Fe2O3


Suhu Tinggi
 
 



II. Metal Up Set
            Penggeliatan (Deformasi) metal akibat panas las


III. Cacat las
Visual / Surface : Sppaters, Porosity, Concavity, Pin Hole, Cold Lap, Crack, Undercut, Underfill, Excessive  Reinforcement, Widebead, High Low, Stop Start
Non Visual / Akar / Root : Porosity, Concavity, Excessive Penetration, Blow Hole, Excesswire, Incomplate Penetration, Undercut, Underfill, Crack
Internal : Keluarga Besar Slag Inclusion, Keluarga besar Porosity, Heavy Metal Inclusion, Crack

IV. Faktor Lain
-         Mekanis : Erossion / Abrasion
-         Fisik : Creep, Fatigue, Metal Dusting, Catastrophic
-         Structural : Carbide Formation, Ferrit < 5%    > 12%, Martensite Embrittlement, Cristal Growth
-         Corrosion : Bimetal, Stress Cracking, Liquid Metal

OXIDATION
Contoh  :  1. OAW (Oxy Acetylene Weld)
                        Calcium Carbide  (karbid)
                        CaC2 + H2O à C2H2 (Acetylene) + Ca (OH)2
                        C2H2 + O2 à CO2 + H2O + Flame
Gambar









2. SMAW (Shielded Metal Arc Welding)









Coating :
-         Menghasilkan asap
-         Menghasilkan uap metal
-         Menghasilkan gas
-         Menghasilkan slag
-         Menstabilkan busur
-         Menambah unsur Additive untuk meningkatkan kekuatan las

3. GTAW (Gas Tungsten Arc Welding)
     TIG (Tungsten Inert Gas Welding)
Gambar








4. GMAW (Gas Metal Arc Welding)
    MIG (Metal Inert Gas Weld)
    MAG (Metal Active Gas Weld)
Gambar







5. FCAW (Flux Care Arc Welding)
            Sama seperti GMAW hanya bedanya adalah pada electrode wirenya yang berongga & terisi flux
6. SAW (Submerged Arc Welding)
Gambar








Metal Up Set
Gambar










Deformasi :
-         Berubahnya bentuk & ukuran Assembly (pasangan) design las
-         Pengikatan untuk mencegah deformasi menghasilkan masalah baru (internal stress)
·        Thermal
·        Residu
·        Tegangan thermal
·        Tegangan sisa
·        Displacement
·        Tegangan geser

Cara pencegahan deformasi :
-         Penyetelan yang sempurna              dalam batas
Toleransi yang diizinkan
-         Design yang baik (memungkinkan memasukan panas yang uniform / seimbang)
-         Pengikatan / clamping
-         Pengelasan sesuai dengan WPS
-         Pengelasan sesuai sequence
-         Gunakan material dengan coefficient elongation yang relative rendah


CACAT LAS / WELD DEFECTS

Gambar












SPPATTER

  1. Kondisi cuaca lembab / lingkungan
  2. Elektroda lembab
  3. Angin masuk / udara ke kolam las (angin kencang)
  4. Busur terlalu panjang
  5. Salah polaritas
  6. Salah jenis arus
  7. Ampere kapping terlalu tinggi
  8. lapisan galvanis tidak digerinda
  9. kampuh kotor
Akibat :
-         Tampak kotor / jelek / buruk
-         Mengawali karat permukaan
Penanggulangan :
Cukup di chipping / di pahat / dikikir kasar & tidak boleh digerinda

POROSITY

Sebab :
Sama dengan Sppatter terbentuk gas sewaktu pengelasan (H2, CO, CO2, NO2, SO2)
Akibat :
-         Tampak buruk
-         Mengawali karat permukaan
-          Melemahkan sambungan
Penanggulangan :
-         Digerinda / gouging sampai cacat hilang
-         Isi ulang sesuai dengan WPS

PIN HOLE

Sebab :
-         Terjadi gas sewaktu pengelasan (H2, CO, CO2)
-         Udara masuk kedalam kolam las
-         Khusus dalam pengelasan SS dilaksanakan di udara terbukantanpa pelindung
Akibat :
Sambungan melemah dilokasi cacat (kemungkinan bocor tinggi)
Penanggulangan :
-         Gouging sampai cacat hilang dilokasi cacat
-         Isi ulang sesuai WPS
-         Diupayakan jangan sampai jenis cacat terulang

CONCAVITY

Sebab :
-         Bukaan kampuh terlalu lebar
-         Elektroda terlalu kecil
-         Ampere chapping terlalu tinggi
-         Speed chipping terlalu tinggi
-         Chipping belum selesai
Akibat :
-         Tampak jelek
-         Terjadi Displesment Stress (Tegangan Geser) yang berpotensi retak
-         Melemahkan sambungan,  -  Mengawali karat permukaan
Penanggulangan :
Isi hingga chipping penuh sesuai WPS

COLD LAP

Sebab :
-         Suhu metal terlalu rendah
-         Ayunan tidak beraturan
-         Permukaan material kotor
-         Suhu ampere chipping terlalu rendah
Akibat :
Timbul kecurigaan bahwa juru las gemar menggunakan ampere rendah sehingga mungkin akan terjadi Incomplete Fusion & Internal Cold Lap (cacat siluman)
Penanggulangan :
-         Akibat kecurigaan tidak terbukti maka cold lap  cukup digerinda saja uniform dengan bagian  lain
-         Apabila kecurigaan terbukti maka sambungan las yang bermasalah harus dibongkar ulang, dikampuh & dilas kembali sesuai WPS
-         Juru las yang bermasalah harus diperingatkan agar tidak melakukan kesalahan yang sama


CRACK

Sebab :
  1. Hardening / embrittlement yang menghasilkan martensit / bainit
  2. Crystal growth pada fusion zone
  3. Reheat crack (incompability crack) / ketidakcocokan material
  4. Solidification / surinkage (pembekuan / pengerutan)
  5. Kandungan ferrite <5%, >12% pada Stainless Steel
  6. Notch (takikan)
  7. Embrittlement oleh caustic (NaOH) CL2 (chloride), S (sulphur), H2 (hydrogen)
  8. Carbon equivalent >0,41%
  9. Pembuangan tegangan (stress relief)
  10. Liquetion (belum diketemukan penyebabnya)
  11. Hydrogen attck (gas methane)
  12. Hydrogen blister (intrusi H Nascent)

Gambar










BLISTER

Gambar









HYDROGEN ATTCK

Gambar









Akibat :
Fatal
Penanggulangan :
-         Buat F.A / analisa kegagalan untuk mengetahui secara tepat akar permasalahannya
-         Bor ujung2 retak agar tidak menjalar
-         Gerinda / Gouging sehingga retak hilang
-         Las sesuai dengan WPS
Catatan :
-         Retak didalam kampuh, cukup membongkar kampuh & dilas ulang
-         Retak diluar kampuh harus mengganti seluruh material dengan yang baru
-         Pergantian dapat sebagian / menyeluruh tergantung persetujuan Owner

    1. Insert Plat (penggantian salah satu bagian)
    2. Jika owner tidak mengijinkan ganti seluruhnya












KELEMAHAN RADIOGRAPHY

Gambar









TRICK 

Untuk memperkirakan terjadinya Incomplete Fusion (I.F), Internal Cold Lap (I.C.L), Under Bead Crack ( U.B.C)
  1. Lingkungan pengelasan lembab / basah
  2. Mesin las otomatis
  3. Welder tidak qualified
  4. Pengelasan tidak menggunakkan WPS
 Gambar







KLASIFIKASI CACAT
1.      Yaitu semua jenis cacat yang berada dalam batas toleransi yang diijinkan kecuali retak
2.       Berbahaya terdiri dari semua jenis Crack, IP, Incomplete Fille, Execive Reinfocement, Wide Bead, disebut berbahaya karena cacat, dapat berkembang menjadi kegagalan total / fatal
3.      Amat berbahaya yaitu IF, ICL, & UBC disebut sangat berbahaya karena sulit / tidak dapat di X –Ray

EXCESIVE REINFORCEMENT

Sebab :
-         Suhu metal terlalu rendah
-         Ampere chapping terlalu rendah
-         Speed chapping terlalu rendah
-         Busur terlalu pendek
Akibat :
-         Tampak buruk karena terlalu menonjol
-         Tidak efisien
-         Timbul kecurigaan juru las gemar menggunakan ampere rendah sehingga terjadinya kemungkinan IF, IL, & UBC terlalu besar
Penanggulangan :
-         Jika kecurigaan tidak terbukti jalur las cukup digerinda sehingga reinforcement berbentuk wajar
-         Jika kecurigaan terbukti seluruh sambungan las yang bermasalah dibongkar, dikampuh ulang & dilas sesuai dengan WPS
-         Juru las yang bermasalah diperingatkan

UNDERCUT

Sebab :
-         Suhu metal terlalu tinggi
-         Ampere chapping terlalu tinggi
Akibat :
-         Timbul displacement stress / tegangan geser yang berpotensi retak
-         Mengawali karat permukaan
-         Jika berlebihan melemahkan sambungan

Penanggulangan :
Cukup di brush dan diisi dengan Stringer (String)

HIGH LOW

Gambar








A = Misaligment (salah stel)
B
C             Unaviodable (tak terelakkan)
D

High low max
t ≤ ¼ “ à 1/16 “
t ¼ ” < t ≤ 1/8 “
t 1/8 “ < t ≤ 2” à 3/16”
t 5/8 “ < t ≥ 2 “ à ¼ “


Sebab :
-         Misaligment
-         Perbedaan tebal atau diameter
Akibat :
-         Timbul displacement stress / tegangan geser yang berpotensi retak
-         Mengawali erosi abrasi
-         Menyebabkan Incomplete Fill yang berpotensi retak
Penanggulangan :
Lihat gambar

Gambar



























EXECSIVE PENETRATION

Sebab :
  1. Gap terlalu besar
  2. Gap tidak uniform
  3. Elektroda terlalu kecil
  4. Ampere root terlalu kecil
  5. Speed root terlalu rendah
  6. Elektroda terlalu dalam
  7. Reading hasil las tidak benar (mesin las tidak di kalibrasi)
Akibat :
-         Menghancurkan PIG (sarana pembersih pipa)
-         Mengawali erosi abrasi
-         Menghasilkan Notch yang berpotensi retak
Penanggulangan :
-         Gouging sampai tembus
-         Kampuh ulang, stel ulang, dan dilas sesuai WPS

INCOMPLETE PENETRATION

Sebab :
-         Gap terlalu rapat
-         Gap tidak uniform
-         Deformasi waktu penyetelan
-         Ampere naik turun
-         Posisi elektroda naik turun
Akibat :
-         Timbul 2 buah Notch yang berpotensi retak
-         Stress corrosion cracking disebabkan oleh CL2 &NaOH
-         Mengawali erosi abrasi
Penanggulangan :
Gouging sampai ke akar pada lokasi cacat, las ulang sesuai WPS
Catatan :
Gouging harus memperhatikan gap jangan terlalu lebar

ROOT CONCAVITY


Sebab :
-         Gap terlalu lebar
-         Ampere root terlalu tinggi
-         Speed root terlalu tinggi
-         Khusus untuk GTAW pengelasan root dilaksanakan 2 kali
Khusus untuk pengelasan GTAW welder ragu2 apakah root telah penuh atau belum, kemudian welder mengelas ulang diatas root yang telah ada, akibat ampere yang tinggi (400A) mebyebabkan root yang lama mencair kembali & tertarik gaya kapiler keatas (suct up) akibatnya root menjadi cekung
Akibat:
-         Melemahkan sambungan
-         Mengawali erosi abrasi
-         Terjadi displacement stress / tegangan geser yang berpotensi retak
-         Timbul SCC akibat NaOH pada saluran air ketel (caustic embrittlement)
Penanggulangan :
Gouging sampai akar, dikampuh & di stel ulang & dilas sesuai dengan WPS

Catatan :
Untuk cacat yang pendek gouging harus mengupayakan agar gap tidak terlalu besar

ROOT UNDERCUT


Sebab :
-         Suhu metal terlalu tinggi
-         Ampere root terlalu tinggi
-         Root face terlalu sempit / kecil
Akibat :
Liat Root Concavity
Penanggulangan :
Gouging sampai akar, kampuh ulang & stel ulang, las kembali sesuai WPS
Catatan :
Untuk cacat ukuran yang pendek gouging diupayakan gap tidak terlalu besar

 ROOT UNDERFILL


Sebab :
-         Suhu metal terlalu rendah
-         Ampere naik turun
-         Root face kotor
-         High Low
Akibat :
-         Timbul notch yang berpotensi retak
-         Mengawali erosi abrasi
-         SCC (CL2, NaOH)
Penanggulangan :
Gouging sampai ke akar, kampuh ulang & stel ulang, las kembali sesuai WPS

BLOW HOLE (BURNT THROUGH) (TERBAKAR TEMBUS)
Sebab :
-         Gap tidak uniform
-         Ampere naik turun
-         Elektroda naik turun
Akibat :
-         Pada lokasi cacat terbentuk displacement stress yang berpotensi retak
-         Mengawali erosi abrasi
Penanggulangan :
Gouging dilokasi cacat sampai akar (diupayakan gap tidak terlalu besar) & di las ulang sesuai WPS

EXCESS WIRE

Khusus GMAW & FCAW
Sebab :
-         Elektroda wire berkarat
-         Wire guide tersendat2
Akibat :
-         Terjadi tonjolan2 wire yang tidak sempat mencair pada akar, tonjolan tersebut terjadi di notch yang berpotensi retak
-         Mengawali erosi abrasi
-         Menghancurkan PIG
Penanggulangan :
Gouging sampai akar dilokasi cacat diupayakan agar gap tidak terlalu lebar, las ulang sesuai WPS

Gambar















SLAG INCLUSION


Sebab :
-         Juru las mengelas cenderung dengan ampere rendah
-         Sarana pembersih tidak lengkap / tidak ada
-         Juru las malas membersihkan 
Akibat :
Hingga tingkat tertentu slag inclusion di reject
Penanggulangan :
Di gerinda / di gouging hingga cacat hilang & las ulang sesuai WPS

INTERNAL POROSITY

Gambar












Sebab :
Lihat surface porosity
Akibat :
Lihat surface porosity
Penanggulangan :
Gerinda / gouging sampai cacat hilang di las sesuai dengan WPS (repair)

HEAVY METAL INCLUSION

Hanya terjadi pada GTAW
Sebab :
Polaritas terbalik (polaritas lurus)
Akibat :
Terjadi overheating diujung elektroda yang menyebabkan elektroda berkeping2
Catatan :
-         Polaritas lurus menyebabkan pendinginan electron diujung elektroda sehingga elektroda selalu dalam kondisi dingin !
-         Secara tidak sengaja elektroda tercelup kedalam kolam las mengakibatkan patah2 & masuk kedalam kolam
-         Warnanya putih tajam
-         Tidak terlalu berpengaruh pada kekuatan las
Tidak perlu ditanggulangi kecuali pada pengelasan Boiler



PENGELASAN CAST IRON 


CAST IRON
-         Gram
-         Malleable            Dapat di las
-         Nodular
-        
Tidak dapat dilas
 
White                          
-         Ni Riresist

Tahap Repair Crack
1.      FA (failure analisis) untuk menentukan root cause secara akurat
2.      Bor kedua ujung crack untuk mencegah propagazi
3.      Gauge crack hingga akar las(dilarang digerinda, karena gerinda justru menyebar luaskan serapan minyak di dalam crack) cast iron bersifat absorban terhadap minyak hingga sedalam kurang lebih 3mm kedalam material
Gambar












  1. Persiapkan kampuh dengan gerinda dengan detail sebagai berikut:
Gambar





  1. Pengelasan dingin
    1. Gunakan elektroda kecil, diameter 1/16 inch, ampere rendah(maksimal 90 ampere)
    2. Pengelelasan sebagai berikut:
Gambar








Elektroda    =         High Nikel
                              E – Ni Fe CL
                              E – Ni CL
    1. Segera setelah pengelasan selesai di peening(Posisi hammer miring), langsung diselimuti dengan silicon fibre untuk slow cooling
Gambar











Musuh las Cast Iron adalah  :  Ferro carbide yang getas(Fe23C6)





Repair Cr Mo Steel Shaft (Poros)
Gambar










Cara Repair :
  1. Bersihkan bagian yang aus dengan wire brush (motor driven)
  2. Panaskan seluruh shaft sehingga kurang lebih 100 derajat C
  3. Pengelasan dingin teknik stringer longitudinal shaft menggunakan electrode E–308L–18               (Austenitic – SS) dengan ampere 70 – 80 A. diameter 1/16”
  4. Suhu interpass max 100 derajat C
  5. Sebagaimana halnya cast iron pengelasan juga menggunakan teknik mundur sepanjang 3 cm setiap pengelasan
  6. Pengelasan dengan sequence A-B, C-D, E-F secara bersebrangan
  7. Setelah pengelasan dilaksanakan slow cooling

TRICK JURU LAS

Gambar














Cepat didinginkan oleh suatu metal sekelilingnya (quenching) à martensit lokal  (keras/getas) à retak kecil
Arc Strike adalah cara pengambilan api yang salah dengan menorehkan elektroda pada kampuh dan dalam kampuh mengakibatkan luka dengan heat input kecil dan sekejap yang kemudian terdinginkan mendadak oleh suhu metal sekeliling (quenching) sehingga terbentuk martensit local martensit ini akan mengawali retak yang kecil menjadi retak besar. Hal ini berbahaya karena dapat menimbulkan ledakan. Pengambilan api boleh dilaksanakan didalam kampuh keseluruhannya karena kemudian akan tertutup las.
Gambar











Cu selalu incomplatable terhadap baja (instrusi berlaku sebagai retak)
Gambar


































Prakiraan apakah pengelasan dua jenis stainless steel yang berbeda ini menghasilkan retak panas atau tidak
X2 Cr Ni  12 (C = 0,030, Cr  12, Ni 07) dengan X2 Cr Mn  Ni  N 17 – 7 -5 (C  0,15, Cr  18, Ni 07, Mn 8, Cr 19,5, Ni 10) dengan las SMAW
Contoh gambar ada digrafik




































































R = 25 + 3 = 28
D = 56
Luas lingkaran
= ¼ . 3,14 . (56)²
= ¼ . 3,14 . 3136
= 9847, 04 / 4
= 2461,76 mm²

Luas lingkaran = 2461,76 mm²
Jadi luas juring
70 / 360 x 2461,76 = 478,67mm²

Luas penampang melintang las
= 478,67 + 2,5 = 481,17 mm²
Isi kampuh
= 481,17 x 1000 = 481170 mm² = 0,481 L
Jika berat jenis = 7,85 à berat bahan las dalam kampuh = 0,481 x 7,85 = 3,77 Kg
Jika penetrasi ± 10% dari isi kampuh maka berat jalur las 1,1 x 3,77 Kg = 4,14 Kg
Jika berat elektroda yang terkonsumsi = 3 Kg, maka dilusinya =  4,14 – 3  x 100% = 27,2%
                                                                                                            4,14

Misalkan elektroda yang terkonsumsi = 20 batang, kita ambil 20 batang elektroda baru dikupas dan ditimbang
= ……. xKg puntung elektroda yang tersisa
Gambar 



 
                          20 batang dikupas dan ditimbang = …….yKg


Jadi berat elektroda yang terkonsumsi = (x – y)…………..Kg












TACK WELD & FILLET WELD

Ampere rendah à Countour Convex (cembung)
Ampere sedang à Countour flat / datar
Ampere tinggi  à Countour Concave (cekung)
















































Tack Weld (las kunci)
-         Harus dilaksanakan oleh welder yang bersertifikat dan sesuai dengan WPS
-         Tack weld yang dilas oleh welder yang bersertifikat dapat dilebur dengan akar las apabila tack weld didalam kampuh
-         Tack weld yang dibuat bukan oleh welder yang bersertifikat dan tidak sesuai dengan WPS harus dibuang sebelum dilewati akar las

Toe Crack

Toe crack terjadi dalam beberapa detik saja dan selalu tembus
Toe crack termasuk retak dingin yang terjadi pada suhu kamar hingga 300 derajat C pada 0 – 48 jam setelah pengelasan (retak lambat)

POSISI PENGELASAN

Untuk Kualifikasi


I.        Butt Weld Pelat

1G  Flat (datar)
Gambar







2G  Horizontal







3G  Vertical







4G Overhead










II. Butt Weld Pipa

1G  Pipa berputar









2G  Horizontal (Pipa fix)









5G  Pipa fix











6G  Pipa fix









6GR (Restriction plate)











III. Filler Weld Pelat

1F  (Flat)









2F  (Horizontal)








 3F (Vertical)









4F  (Overhead)












IV. Fillet Weld Pipa

1F








2FR (Rotated)








2F (Horizontal)









2F (Fix)









4F (Overhead)












SIMBUL LAS

















Butt Joint






















Single Bevel Groove












Double Bevel Groove












Single – J Groove










Double – J Groove

















Single – U Groove













Single – U Groove